Feeds:
Pos
Komentar

PAJAK adalah …

Sebelum membahas apa itu pajak, saya ingin menyampaikan dua cerita kepada Anda.

Cerita pertama

Ketika SD, ada teman yang sakit hingga tak bisa masuk sekolah. Sebagai orang yang ditunjuk sebagai ketua kelas, saya harus melakukan sesuatu. Ya, menjenguknya agar dia senang dan memicu percepatan kesembuhan. Lantas, apa yang saya lakukan untuk mewujudkan rencana itu?

Saya dan teman-teman berembug. Saya tawarkan iuran dan disetujui berapa rupiah yang mesti disisihkan tiap siswa dari uang jajannya. Kemudian ditentukan perwakilan atau semua yang menjenguk (dengan izin guru tentunya). Ditunjuk siapa yang mengumpulkan dan siapa membeli apa.

Cerita kedua

Di kampung akan diadakan peringatan hari besar agama. Direncanakan akan menghadirkan penceramah dari luar daerah, dihibur dengan alunan musik rebana, dan mengundang seluruh warga. Dari rencana itu sudah tergambar bahwa kegiatan akan memakan biaya besar.

“Berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, kira-kira begitu pepatah lama bilang. Maka, wargapun bersama-sama memikul beban acara yang akan diadakan. Dalam budaya kita istilahnya gotong royong. Masing-masing berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Yang kaya menyumbang banyak, yang kurang punya harta menyumbang lebih sedikit. Ada yang menyumbang makanan dengan dikoordinir jenis dan jumlahnya. Ada yang menyediakan terpal, tikar, atau peralatan lain.

Dua cerita tadi mungkin tidak asing di telinga Anda.

Nah, pajak ya kira-kira seperti itu. Penyelenggaraan negara juga butuh dana makanya diadakan iuran. Kalau tingkat kelas di sekolah atau RT iuran dilakukan insidental, ketika ada kebutuhan. Kalau di tingkat negara, karena penyelenggaraan negara dilakukan terus-menerus ya iuran dilakukan rutin.

Makanya, rakyat yang diwakili oleh Dewan perwakilan rakyat berembug menentukan caranya. Dituangkanlah dalam Undang-Undang. Selain itu, ditunjuklah siapa petugas pengumpulnya. Kalau sudah terkumpul untuk apa saja? Ya apa saja, pokoknya penyelenggaraan negara. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Digunakan oleh lembaga legislatif (DPR, DPD, MPR), yudikatif (peradilan), maupun eksekutif (Presiden, kementerian, dan lembaga-lembaga).

Di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pajak dikategorikan sebagai pungutan wajib. “Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa diatur dengan Undang-Undang.”. Di dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, pajak didefinisikan sebagai kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

  1. Kontribusi Wajib

Apakah semua warga negara? Tidak. Wajib maksudnya semua warga negara yang sudah memenuhi ketentuan harus ikut berkontribusi membiayai negara dengan membayar pajak. Seperti ketika iuran kelas, kalau ada anak yang tidak punya uang saku ya tidak perlu iuran. Ia masih bisa membantu sebagai orang yang ditugasi membeli buah dan membawakannya. Atau seperti di kampung, yang tidak punya uang bisa ikut mendirikan tenda, menyiapkan peralatan, dan membereskannya.

Untuk lingkup pajak dalam negara, ada yang namanya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Orang-orang dengan penghasilan sampai dengan PTKP tidak dikenai Pajak Penghasilan. Apalagi yang tidak punya penghasilan, pekerjaan, bahkan butuh bantuan. Sebaliknya, pajak yang terkumpul justru bisa digunakan untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.

  • Kepada Negara

Pajak dibayarkan kepada negara. Pembayaran pajak dilakukan melalui Kantor Pos atau bank yang ditunjuk. Uang yang dibayarkan akan masuk ke rekening Kas Negara yang ada di Bank Indonesia.

  • Terutang Oleh Orang Pribadi Atau Badan

Orang pribadi jelas. Orang per orang, manusia, warga negara.  Kalau badan? Badan pada dasarnya adalah kumpulan orang, modal, atau orang dan modal. Artinya, orang bisa berusaha dengan namanya sediri atau membentuk perusahaan. Selama mendapat penghasilan ya dikenai pajak.

  • Tidak Mendapatkan Imbalan Secara Langsung

Kalau jual beli, Anda mendapat imbalan sesuai dengan barang atau jasa yang dipilih. Begitu juga retribusi, misal parkir. Anda menikmati manfaat berupa tempat untuk parkir dan Anda membayar jumlah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Tetapi beda dengan pajak. Anda membayar pajak tetapi tidak diberi barang atau layanan tertentu. Namun demikian, manfaatnya dapat Anda rasakan jika mau berpikir. Misalnya uang pajak digunakan untuk membangun jalan atau menggaji polisi yang bertugas memelihara keamanan. Anda bisa menikmatinya bersama-sama dengan warga negara yang lain.

  • Digunakan Untuk Keperluan Negara Bagi Sebesar-Besarnya Kemakmuran Rakyat

Ini sebenarnya terkait tugas negara. Tidak hanya pajak, semua penerimaan yang masuk ke negara ya digunakan untuk keperluan negara. Tujuannya apa? Ya kemakmuran rakyat.

Ini tergantung kepada pelaksana tugas negara. Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Jikalau semua bekerja dengan baik maka tujuan itu tidak mustahil bisa tercapai.

___________________________________________

Singkatnya, pajak adalah gotong royong anak bangsa.

Lapor SPT e-filing 1770 S

Tinggal beberapa hari lagi batas waktu lapor SPT berakhir. Jika ada karyawan/pegawai  yang belum lapor dan ingin mencoba e-filing, dapat mengunduh langkah pengisian ini:

petunjuk e-filing 1770 S

PAJAK YANG SAYA TAHU

Terakhir mengisi blog ini tahun lalu.  Saya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak. Saya ingin menyampaikan pajak kepada orang lain dengan kalimat saya sendiri. Oleh karena itu, saya ingin membuat buku sesuai dengan pekerjaan yang saya geluti.

PAJAK. Tentu saja sebatas apa yang saya tahu.

Untuk tahap awal, saya tulis pengertian pajak. Bagi yang berminat, dapat mengunduh  di sini (pdf). Ukuran disesuaikan agar enak dilihat di hp.

Futsal

aku mencari keringat
dalam susunan rumput yang rapat Lanjut Baca »