Pengalaman naik pesawat terbang pertama kali sekaligus merupakan pengalaman bepergian ke tempat terjauh selama hidup saya. Pesawat terbang yang saya tumpangi itu mendarat di Bandara Hananjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung. Konon, nama bandara itu diambil dari nama salah satu bupati di sana. Sebelumnya, bandara dinamai dengan nama daerah setempat yaitu tanjung bambu (kalau tidak salah).
Meski perjalanan saya (dan teman-teman) adalah dalam rangka dinas, kami masih bisa menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Tentu saja dengan biaya sendiri. Kami sengaja mengambil jadwal penerbangan Jakarta-Tanjung Pandan yang pertama, yakni pukul 06.10 agar kami punya waktu sehari untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Perjalanan ditempuh sekitar 50menit. Oleh karena cuaca Soekarno hatta mendung dan licin, pesawat mengalami kemunduran keberangkatan sekitar setengah jam sehingga sampai di tujuan sekitar pukul 07.40. Sesampainya di sana, kami naik mobil yang sudah disiapkan oleh teman-teman yang jauh hari sebelumnya kami hubungi dan mintai tolong untuk menjemput, menjadi guide, menyewakan perahu, dan lain-lain.
Ringkasan perjalanan kami kira-kira begini:
1. 07.40-08.30 dari bandara ke lokasi sarapan dan makan pagi di sana.
2. 08.30-09.30 menunggu hujan yang tak kunjung reda.
3.09.30-10.00 menuju ke pantai Tanjung Kl…
4.10.00-10.30 memesan perahu, menunggu angin sedikit reda sambil menghangatkan diri memesan kopi, teh dan makan kacang rebus.
10.30 - ke Pulau Lengkuas, Pulau Pasir, dll.
Setelah mendarat, kami dibawa ke pantai tanjung tinggi, salah satu lokasi syuting Laskar Pelangi.
Lalu menjelang magrib, sampailah kami ke hotel tempat kami menginap.
Hari minggu malam itu ada siaran langsung pertandingan sepakbola timnas Indonesia dalam kualifikasi pra Piala Dunia. Jadwal kami malam itu hanyalah pembukaan selepas makan malam (jam 19.30an) baru besoknya mulai rapat pembahasan. Namun ternyata, kami kebablasan rapat sampai sekitar jam setengah 1 pagi.
Hari Senin dan Selasa dipenuhi rapat-rapat. Pagi, siang, sore, dan malam. Rapat-rapat istirahat ketika jam makan siang untuk digunakan makan dan sholat. Sore hari menjelang magrib untuk digunakan mandi, solat magrib, isya’ dan makan malam. Rapat malam yang dijadwalkan hanya sampai jam 22.00 ternyata selesai paling cepat jam 00.30.
Hari rabu jadwal kepulangan kami. Beberapa di antara kami sudah pulang pagi hari jam 8 dan jam 10. Selain itu, tiket pesawat dipesan jam setengah 4 sore. Sebelum ke bandara, kami sempatkan mampir ke SD Muhammadiyah Gantung, replika SD SD Muhammadiyah Gantung, Kuil Dewi Kuan Im, dan sebuah pantai.