Pendahuluan
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dengan pihak lain. Untuk dapat beromunikasi dengan baik, pihak-pihak yang berkomunikasi harus menggunakan bahasa yang sama. Hal ini disebabkan karena banyaknya bahasa yang ada di dunia ini. Sampai sekarang, setahu saya belum ada bahasa internasional atau bahasa universal, dalam artian bahasa tersebut aslinya memang digunakan oleh semua orang di dunia. Kalo bahasa Inggris kan aslinya bahasa sebuah bangsa. Selain harus dengan bahasa yang sama, para pihak yang berkomunikasi juga harus mempunyai pemahaman yang sama tentang kosakata yang digunakan.
Ingin berkomunikasi dengan binatang? Gunakan bahasa binatang, kecuali binatangnya tahu bahasa manusia. Ingin berbicara dengan orang Inggris, pake bahasa Inggris. Dengan orang jawa juga pakai bahasa jawa.
Dalam bahasa Jawa sendiri, ada bermacam-macam logat, dialek, atau ciri khas dari masing- masing daerah. Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, masing-masing ada perbedaan sedikit atau banyak. Bahkan di daerah di Jawa Tengah sendiri ada beberapa yang khas dan beda dengan daerah lain.
Isi
Baiklah, kita akan masuk ke topik yakni tentang penyebutan suhu. Seperti kita tahu, untuk menebut keadaan suhu kita punya kata panas, hangat, sejuk, dan dingin. Di jawa, ada panas, anget, adhem. Kita akan bahas kata yang terakhir, yakni adhem untuk menyebut dingin.
Di Kudus dan sekitarnya, orang- orang menyebut dingin dengan kata atis sedangkan kata adhem untuk menyebut kondisi sejuk. Saya sendiri prefer dengan kata atis. Selain karena saya lahir, besar di sana dan sudah terbiasa dengan kata atis, penyebutan ini lebih masuk akal dan tidak membingungkan menurut saya. Contoh sederhana jika kita meminta air kepada teman. Jika kita ingin minta air yang dingin, tentunya kita bilang “njaluk banyu adhem”. Kalo minta air yang tidak panas, tidak anget, dan tidak dingin alias sejuk, “njaluk banyu adhem” juga. Ato dengan kata lain, kalo ada orang minta dengan kalimat “njaluk banyu adhem”, apa yang harus kita berikan kepadanya? Air dingin atau air sejuk?
Penutup
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan atau merendahkan pihak tertentu. Tulisan ini hanya ungkapan perasaan dan pemikiran pribadi dan ditujukan untuk memperkaya wawasan dan untuk menghindari perbedaan persepsi jika terjadi pertemuan antara orang ‘atis’ dan orang ‘adhem’. Seperti pada pelajaran PMP, bahwa perbedaan bisa dimaknai dua: sumber perpecahan atau menambah kekayaan budaya. Toh sebenarnya kalaupun saya bingung jika ada orang yang minta air, bisa saya tanya dengan bahasa lain agar jelas dan tidak salah memberi.
Tambahan :
Njaluk = minta.
Banyu = air.
Tulisan berjudul atis lainnya dapat diliat di http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150098793108181
wah, saya ndak pernah menggunakan kata atis utk benda…
atis=uadhem
atis#autis
@bangpay : pake adhem ya?
@damay : betul