Jakarta…
engkau bangun terlalu pagi sebelum kokok ayam terdengar kamu sudah mandi
atau mereka tak mengeluarkan suaranya karena tak ada lagi?
atau mereke kamu usir karna merasa tak butuh lagi?
Kau ternakkan mereka di Bogor,
jika masih kurang tinggal kau impor
Istirahatlah Jakarta…
engkau sudah cukup tua
tulang- tulangmu sudah rapuh dan keropos
tersedot air tanah, sumur bor yang boros
terhempas erosi, terkena abrasi
Cukuplah berdandan Jakarta…
jangan kau tutupi lagi pori- pori
hingga air dari langit tak bisa masuk tanah, apalagi kali
Cukuplah berdandan Jakarta…
terlalu banyak buruk dan busuk kau tutupi
Bedakmu sudah terlalu tebal
dengan gedung-gedung tinggi sok kekar
Ketika hujan mengguyur
make up pun mulai luntur
jalan-jalan penuh lumpur
sungai, trotoar ikut hancur
bahkan sampai ke tanah kubur
Istirahatlah Jakarta…
Apa kamu tidak lelah sibuk berdosa?
diskotik, bar, minuman aneka rupa
judi beribu cara, narkoba mermacam rasa
esek- esek merajalela, orang tua, pemuda, remaja
di pantai, di kampus, di kosan, di sekolahan
yang murah seratus ribu per malam saja
hingga di hotel berbinta lima
tidurlah Jakarta…
kau terlalu lelah bekerja
sampai- sampai anak istri kau lupa
rumahmu yang besar buat pembantumu saja
tidurlah Jakarta…
agar terbangun kau nantinya
sesekali sebentar terjaga
menghadap Tuhan Yang Mahakuasa
0 Tanggapan ke “Istirahatlah Jakarta”