Penghitungan suara yang dilakukan pada Pemilu 1999 dapat disaksikan secara live perkembangannya. Hal ini dikarenakan sistem penghitungan elektronik yang bisa menampung input dari masing- masing daerah. Namun, tetap saja yang digunakan adalah hasil penghitungan secara manual yang butuh waktu lama… Pemilu 2004 juga lama keluar hasilnya.
Cara Pemberian Suara yang masih manual memang salah satu yang jadi kendala. Andai saja kita bisa melakukan cara pemungutan suara secara elektronik, mungkin kita tidak perlu menghitung lagi karena setiap ada yang milih, datanya akan ditransfer dan dijumlahkan dengan yang lain.
Namun pemungutan suara secara elektronik ini menemui kendala jika harus diterapkan.
- Butuh dana yang besar untuk membanguna sistem informasinya meskipun ini akan jadi sebuah investasi jangka panjang. Sistem informasi yang sudah dibangun bisa digunakan terus pada Pemilu Pemilu berikutnya. Masalahnya, mungkin pengambil keputusan juga ada yang tidak mau karena dengan demikian akan mengurangi jumlah pengadaan tenaga yang bisa dijadikan “proyek”.
- Kedua, kita harus susah payah mengajari embah2 di desa, di daerah2 terpencil. Atau bahkan menuntunnya dalam melakukan pemberian suara. Tapi yang ini sih sama aja wong cara pencoblosan aja harus disosialisasikan secara benar- benar agar tidak banyak suara yang tidak sah dan terbuang percuma.
Jika kita masih belum menggunakan sistem Pemilu Elektronik, saya ada alternatif cara pemberian suara. Bukan mencoblos, bukan mencontreng, bukan menyilang. Jika saya jadi ketua KPU, mungkin saya akan memberlakukan seperti ujian EBTANAS. Kertas suara diberi bundaran di kiri nomor partai atau caleg. Kemudian para pemilih mengisi bulatan tersebut dengan pensil 2B. Pada waktu penghtungan suara, surat suara tinggal discan saja seperti ketika mengoreksi Lembar Jawaban Komputer (LJK) EBTANAS atau Ujian Nasional.
(“_”)
kalo di-scan kan gak bisa dikonfirmasi saksi dari partainya. bisa dikira rekayasa elektronik mungkin. wong orang partai kayaknya kebanyakan gaptek… *kabuuur*
Suatu hari Indonesia harus begitu…
Lha kita kan calon bangsa maju
kalo pake mesin kayk di amerika kira2 berapa puluh tahun lagi ya?