Musim dingin memang begitu rasanya
Membuat malas apa apa,
bergerak dan bicara
Semuanya jadi beku, tentu aku
Alangkah indahnya bila tiap hari adalah musim semi
Sungguh terasa sejuk dan teduh
Bunga- bunga nampak mengembang
Tapi aku takkan pernah melihat waktu
kuncup sedang mulai merekah
padahal itulah saat terindah
yang tak kutemui kecuali di peralihannya
Ah..lagipula,
ia juga terlihat cantik saat berguguran
Ku takkan merasakan nikmatnya air,
jika tak pernah kehausan
Begitupun bersyukur kering,
hanya jika ingat banjir
Biarlah musim terus berubah
karena itu sudah kaedah
Toh dengan itu ada variasi
sebab itu tak jenuh hati
Duhai musim segeralah berganti
Wahai dingin lekaslah pergi
Matahariku, cepatlah bersinar kembali
dan kulihat seyummu berseri lagi
sudahlah sayang… jangan marah lagi
wuih… puisi terus!!
gek padu tha?