Musim Dingin

Musim dingin memang begitu rasanya

Membuat malas apa apa,

bergerak dan bicara

Semuanya jadi beku, tentu aku

 

Alangkah indahnya bila tiap hari adalah musim semi

Sungguh terasa sejuk dan teduh

Bunga- bunga nampak mengembang

Tapi aku takkan pernah melihat waktu

kuncup sedang mulai merekah

padahal itulah saat terindah

yang tak kutemui kecuali di peralihannya

 

Ah..lagipula,

ia juga terlihat cantik saat berguguran

 

Ku takkan merasakan nikmatnya air,

jika tak pernah kehausan

Begitupun bersyukur kering,

hanya jika ingat banjir

 

Biarlah musim terus berubah

karena itu sudah kaedah

Toh dengan itu ada variasi

sebab itu tak jenuh hati

 

Duhai musim segeralah berganti

Wahai dingin lekaslah pergi

Matahariku, cepatlah bersinar kembali

dan kulihat seyummu berseri lagi

 

sudahlah sayang… jangan marah lagi

1 Tanggapan ke “Musim Dingin”


  1. 1 bangpay Mei 26, 2008 pukul 12:15 pm

    wuih… puisi terus!!

    gek padu tha? :)


Tinggalkan Balasan