Es dan Api
Kamu adalah api
Jika terlalu besar aku kepanasan
ketika itu aku ingin meniupmu,
mengecilkan nyalamu
Namun kala engkau terlalu redup
aku merindukanmu
aku sulit melihat dunia tanpa sinarmu
Aku adalah air yang beku, sebut saja es batu
Meski halus dan lembut permukaanku tapi aku keras dan kaku
Yang kubisa hanya diam dan cuma terpaku
Jangan kau bilang air dan api tak bisa bertemu!
Kita telah berjumpa dan aku ingin bersamamu sedekat-dekatnya
Jangan kau bilang api dan air tak bisa bersatu!! karena kita tak perlu begitu
Jika kita mesti melebur, tentu akan hancur
Jika aku terlalu besar, kamu akan mati dan hanya menjadi asap
Jika kamu terlampau kuat, aku akan hilang dan hanya menjadi uap
Teruslah menjadi dirimu, begitu pula diriku
Tetaplah menjadi api, aku pun es batu
Membaralah jika memang itu perlu
untuk mejagaku dari rubah- rubah betina
atau untuk menyentilku dan ingatkanku
Menjadi ‘sedang’lah tiap harinya
sayangi dan hangatkan badanku
Aku juga akan mencoba mendinginkanmu
saat kau sendiri lelah menjadi api
atau kau gerah terbakar amarah
Dan aku berusaha menjadi cair tiap hari
agar dapat menyejukkanmu dan hilangkan dahagamu
Ya, kita hanya perlu berkoordinasi
saling pahami dan saling mengerti
Menjalin hubungan dengan kerja sama
Masaklah air ini…
agar kita bisa membuat teh hangat ketika pagi
agar bahagia melewati hari
atau kita bisa membikin kopi hangat ketika matahari tenggelam
hingga kita dapat terjaga,
menikmati bulan ketika purnama, atau menghabiskan malam di dalam kamar
untuk istriku…semoga kita saling melengkapi. amin.
wedew..
ampun om..
gak kuku..
yah, semoga kalian berdua saling melengkapi.
haha
puisi ria juga, pak?
kok saya males posting diblog saya ya?
males ngenetnya hehe
wah pasti istri nya seneng di buatin puisi kayak gini
^_^