Perjalanan Pulang

 

Perjalanan panjang bus Kudus menuju Tulungagung membuat saya punya waktu banyak untuk memikirkan sesuatu. Dua hari bersama istri, dan keluarga di rumah sangat menyenangkan. Setelah itu, kakak harus balik ke rumahnya. Lalu ponakan di hari berikutnya. Kemudian saya…. Satu per satu pergi meninggalkan atau ditinggalkan. Dua kesimpulan saya waktu itu.

1. Memang tak ada yang bisa selalu bersama kita, kecuali Dia. Dia bisa saja menemani kita di mana saja, kapan saja kalau kita mau mendekatnya.

2. Pada akhirnya kita memang akan sendiri. Di bawah bumi ini.

 

Dan memikirkan hal ini membuat saya pusing, mual dan tidak karuan sampai sulit untuk terpejam.

 

 

 

3 Tanggapan ke “Perjalanan Pulang”


  1. 2 Wawanz Mei 16, 2008 pukul 1:40 am

    Iya benar kata mas, pada akhirnya kita akan sendiri.
    Salam kenal.

  2. 3 jengtika Mei 22, 2008 pukul 12:30 am

    suami harus berangkat lagi. Hiks… sendirian lagi di rumah.


Tinggalkan Balasan