Arsip untuk Mei, 2008

Doa

DOAKU TAK QABUL ?


Ketika kuminta kaya, Allah memberikannya
Kala kuminta lebih kaya, sungguh tak kudapatinya

Ketika kumohon kembali,
sungguh tak kulihat tambah rizqiku Lanjutkan membaca ‘Doa’

Fantastic 4

Ada seorang penggemar komik sekaligus kolektor pernak- pernik superhero. Ketika film spiderman diputar di bioskop- bioskop, dia membeli baju, topeng, boneka, dll yang berhubungan dengan laba- laba. Suatu hari pada waktu booming fantastic 4, dia pun berburu bonekanya. Lanjutkan membaca ‘Fantastic 4′

Jika engkau datang

Jikalau engkau datang, tapi ada satu temanmu yang diam, dia tidak bertanya apa-apa. “Mana oleh-olehnya?”, “tadi naek apa?” “jam berapa dari sana?”. Bukan berarti dia tidak peduli.

 

Dia telah mencemaskanmu, dia telah mendoakanmu sepanjang perjalanan dan tak ingin kamu tahu. Keselamatanmu adalah yang dia harapkan. Sehingga itu saja sudah cukup membuatnya senang, yang lain tak dia pikirkan.

 

Jika dia tidak menampakkan senyum, hanya ekspresi datar. Jangan sangka dia tidak suka. Barangkali dia sedang mencoba menahan diri karena saking gembiranya atas hadirmu, bila diungkapkan… bisa jadi kamu heran. Dan akan bilang, “Berlebihan!”

 

2007

(sebuah pembenaran atas sikap dingin saya, mungkin…)

Musim Dingin

Musim dingin memang begitu rasanya

Membuat malas apa apa,

bergerak dan bicara

Semuanya jadi beku, tentu aku Lanjutkan membaca ‘Musim Dingin’

Beda… Bukan berarti tak bisa bersatu

Es dan Api

 

Kamu adalah api

Jika terlalu besar aku kepanasan

ketika itu aku ingin meniupmu,

mengecilkan nyalamu

Namun kala engkau terlalu redup

aku merindukanmu

aku sulit melihat dunia tanpa sinarmu

  Lanjutkan membaca ‘Beda… Bukan berarti tak bisa bersatu’

Rindu ingin bertemu

Aku sebenarnya ingin ke rumahmu

Datang dan bertamu

Tapi rasanya ku masih ingin menikmati permainan

Tetap asik dengan kenikmatan

 

Lanjutkan membaca ‘Rindu ingin bertemu’

Perjalanan Pulang

 

Perjalanan panjang bus Kudus menuju Tulungagung membuat saya punya waktu banyak untuk memikirkan sesuatu. Dua hari bersama istri, dan keluarga di rumah sangat menyenangkan. Setelah itu, kakak harus balik ke rumahnya. Lalu ponakan di hari berikutnya. Kemudian saya…. Satu per satu pergi meninggalkan atau ditinggalkan. Dua kesimpulan saya waktu itu. Lanjutkan membaca ‘Perjalanan Pulang’