Belajar dari Noe-Memiliki Kehilangan

Suatu hari saya bertanya kepada sahabat yang saya anggap ilmunya lebih tinggi. Bagaimana caranya melupakan kenangan masa lalu yang mestinya kita tak boleh mengingatnya lagi. Dia menjawab “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, ikrar melepaskan kepemilikan”.

Harta, keluarga, jiwa adalah titipan (amanah). Yang namanya titipan tentu akan diambil oleh pemilliknya. Masalahnya, ketika diambil kita biasanya sedih, sakit, dan ada rasa ketidakrelaan. Hal ini terjadi karena kita belum menganngapnya sebagai titipan. Kalo titipan, kita tentu malah senang jika sudah diambil pemiliknya karena kita ga perlu lagi repot2 mengurusnya dan sudah selesai tugas kita. Kita merasa memiliki sehingga kita merasa kehilangan.

Mungkin itulah kira- kira pelajaran dari mas Noe dalam lagu Memiliki Kehilangan (Letto). Hal yang kita mengerti tapi sulit untuk dijalani.

Inilah liriknya :
Tak mampu melepasnya walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Pernakah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Pernakah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

1 Tanggapan ke “Belajar dari Noe-Memiliki Kehilangan”



  1. 1 Memiliki Kehilangan « pinusdesember Lacak balik pada Juni 11, 2008 pukul 1:58 am

Tinggalkan Balasan