Arsip untuk April, 2008

Selingan Selingan

Sebulan yang lalu ketika melewati Kec. Widang, Tuban, seolah kami adalah rombongan Nabi Musa yang melewati Laut Merah. Kanan kiri air menggenang. Luas dan bahkan meluber ke jalan raya ketika perjalanan baliknya. Kemarin, sudah surut dan kering sampai- sampai tambaknya pun ikutan tak ada ikan.

Dulu sampe Tulungagung manggil Pak Becak, kemarin ke titipan kemudian ambil motor. Sebulan yang lalu pulang ‘nunut’ teman sekantor sampe Tuban. Kemarin sendirian naik bis sampe tujuan. Lalu mampir ke rumah teman yang istrinya melahirkan. Satu jam lebih saya di sana membicarakan kerja, kuliah, rumah, hati, dan lainnya. Sudah lama kami tak berjumpa.

Hari kepulangan ke kampung halaman menyisakan cerita tersendiri tiap kalinya. Itulah salah satu cara Gusti alLoh membuat kita tidak bosan. Namun dengan diselang-selinginya kehidupan, manusia masih saja menggerutu. Ketika diberi kesenangan, pengennya terus- terusan. Jika diberi kesusahan, pengennya segera dihilangkan. Padahal kita tidak tahu sedang menjalani sebuah scenario besar.

Robbisyrohlii shodrii. Gusti.. lapangkan dada ini…agar mampu rela atas segala pemberianMu.. amin.

Belajar dari Noe-Memiliki Kehilangan

Suatu hari saya bertanya kepada sahabat yang saya anggap ilmunya lebih tinggi. Bagaimana caranya melupakan kenangan masa lalu yang mestinya kita tak boleh mengingatnya lagi. Dia menjawab “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, ikrar melepaskan kepemilikan”. Lanjutkan membaca ‘Belajar dari Noe-Memiliki Kehilangan’